Entri Populer

Jumat, 10 Oktober 2014

antara diam dan memaksakan apa apa yang sudah tidak dikehendaki lagi. keegoisan memuncak manakala tak ada sosok pencerah jiwa. lalu untuk apa? jika tidak lagi menghargai apa yang menjadi kehendak yang lain. bukan karena menginginkan semuanya berakhir, mungkin karena ingin sedikit dimengerti dan dipahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar