Entri Populer

Selasa, 16 Desember 2014

kembali berteman dengan angin malam. tapi aku bahagia dengan hariku dengan semua kesibukanku. karena itu menyita waktu yang biasanya aku gunakan untuk mengingatmu...

Selasa, 09 Desember 2014

bagaimana bisa aku terus mengingat sosok kelam yang dulu pernah ada. yaa aku menyayangimu. tapi kamu? mungkin aku hanya sososk pengisi diwaktu kosongmu. sudah terlalu dalam aku menancapkan sesuatu yang mungkin tak sepantasnya..

Selasa, 18 November 2014

 malam tadi semua nya terungkap kembali. dimana hal yang benar ingin aku lupakan atau paling tidak aku pendam dalam kembali bermunculan. entahlah, sampai saat ini aku belum bisa mengubah luka itu menjadi kenangan yang sekedar untuk pengalaman.
terkadang aku ingn mersakan bagaimana kesetianku di uji. dimana saat orang yang aku sayang berada jauh dariku, apa mungkin aku sekuat mereka? atau dia sekuat aku?

Minggu, 16 November 2014

selamat pagi.... semakin sulit aku berlalu pergi. sebenarnya apa inginmu? jangan terus berada disini sedangkan kamu mau semuanya selesai.
selamat malam.. untuk yang kedua kalinya dengan hal yang sama "menunggu" aku menjadi sosok teraneh. karena apa? yaa karena dua kali menunggu dan dua kali pula ditinggalkan. terimakasih. paling tidak ini menjadi kekuatan tersendiri.. :) diam !! yaa memang harus diam, apa lagi selain diam. tidak ada kah? semua berakhir dan aku masih stay di tempat yang sama.. aku merindunya. yaa mungkin rindu ini tak sepekat gulali atau dodol durian..

Sabtu, 15 November 2014

apa masih pantas kamu ku tangisi? sedangkan kamu saja tak pernah tau bagaimana aku. lalu untuk apa lagi. mungkin aku harus belajar ikhlas dengan apa yang kamu berikan. yaa itu cara terbaik. karena tak mungkin ada sesuatu yang instan. untuk melupaknmu aku harus melewati sakit, dan itu akan membuatku lebih menikmati dan mengerti bagaimana aku mencintaimu dan bagaimana kamu sia-sia.in aku...
hay bunga mawarmu sudah kering dan berjamur.. aku lelah diam disini dan hanya sendiri. yaa mungkin kamu tak akan pernah kembali. . dan dua hari ini ada sosok yang memintaku menuggu (lagi). apa aku harus menunggu? sedangkan dia jauh disana. aku dan dia terpisahkan jarak, waktu, dan ruang. aku dan dia berada di langit yang berbeda. aku takut aku tak sanggup lagi. . ada dua hal yang aku takutkan. saat aku setia menanti, dia berlalu. dan saat aku berlalu dia berharap aku masih disini ditempat yang dia mau.

Sabtu, 08 November 2014

yaa aku takut semua kamu anggap biasa saja. karna semua tanpa status apapun. aku takut keseriusanku menunggumu hanya kamu anggap main2. dan kamu pergi menghilang....
semoga saja percayaku ke kamu ga berujung sakit yaa.. :)
malam ini berasa ada yang berbeda, tak ada ucapan selamat malam. hanya suhu dan sikapmu yang sama. yaa sama sama dingin...
bersamaan dengan senja, tetesan tetesan air mengalir keluar lewat sudut mata wanita ku. hanya sekedar mendengar sendu suaranya sudah serasa menyayat hati. penyesalan yang tak berujung mulai bermunculan. terimakasih kamu yang sudah mendengar tangisku.

Jumat, 07 November 2014

terimakasih untuk ucapan selamat pagi sebelum aku bangun dan ucapan selamat malam sebelum aku tidur. paling tidak itu membuatku sedikit baik tanpamu :)
kamu ga lupa kan dengan obrolan kita malam itu? kamu bilang A B C D E F G sampai Z.. dan sekarang kamu ga lupa kan kalo kamu juga pernah ngusap air mataku ?? sore ini air mataku netes lagi, apa kamu ga pengen ngusap, trus bilang kalo kamu ga mau lihat aku nangis?
kalau kamu tau hujan ini adalah sisa tangis ku semalam. aku merindumu seperti aku merindu hujan saat tanah mulai kering. aku bukan apa-apa, aku juga tak harus ada disini. tapi kamu yang minta aku disini untuk menemani segala hal di harimu. tolong pahami sedikit apa mauku..

Kamis, 06 November 2014

semakin sakit karna aku lebih mencintaimu di banding kamu mencintaiku... setiap saat terselip namamu,,

Rabu, 05 November 2014

seharusnya tak aku ungkapkan pertanyaan itu. seharusnya aku tau siapa aku. bukan seperti ini. kalau aku tau bagaimana rasa yang sebenarnya. seandainya sakit ini bukan hanya aku yang rasa.

kata 'I LOVE YOU' tak pernah berbalas. entahlah

kalau sudah sejauh ini, jangankan mereka. aku juga tak ingin ada satupun yang mengusik kita.. kalau saja senja terus menyapa kita, mungkin tak ada kita yang berpisah.

Senin, 03 November 2014

lalu jika semua tumbuh kembali, apa harus aku menanti dan mencari lebih lama lagi? kalau lipatan-lipatan yang kamu buat selama beberapa hari lalu sudah memberi bekas yang dalam. memangnya siapa yang ingin berlalu jika kamu sudah sedalam ini? tapi apa ini akan seterusnya? atau hanya sedikit madu diawal?
terimakasih untuk hari kemaren sampai hari ini. semua begitu indah dengan kesabaran disetiap ucapanmu... aku menyayangimu dengan semua yang sudah seharusnya terjadi..

Minggu, 02 November 2014

kalau memang sudah berakhir yaa sudah. kenapa harus kamu yang ga trima. jangan membuat situasi semakin keruh.
sejak ada kamu, aku selalu merasa kamu wajib ada disini. dan sekarang aku bener-bener mau kamu ada disini.
aku punya kamu, kamu punya aku jadi ga usah lirik kanan kiri apa lagi nengok kebelakang. aku cukup kamu, dan kamu cukup aku. "D"

Kamis, 30 Oktober 2014

bahkan sebotol airpun tak mampu memadamkan sepucuk jarum bara api abadi disini. karena semua nya sudah membakar sampai ke pangkal yang paling dalam

selalu membuat semua nya berantakan. angin yang menyibakkan rambut rapimu, atau air yang selalu membasahi setiap maslah yang sudah mati mejadi hidup kembali. tapi bukan itu yang menjadi masalah. disini rasa takut kebiasaanmu musnah sudah mulai bermunculan.

Selasa, 28 Oktober 2014

jangan anggap semua yang datang dan benar-benar merasa itu hanya sementara. karena semua bergantung dengan percaya atau tidaknya.
malam ini terdengar kembali kata itu. yaa kata komitmen. terdengar lagi suara lirih penuh pengertian yang sempat aku rindu. terasa kembali detakan berbeda yang entah beberapa waktu yang lalu aku rasakan. yaa ini kamu, dan aku harap memang kamu.

Senin, 27 Oktober 2014

memangnya sudah merasa paling indah? berfikir paling berwarna?
kan kuhapus air matamu, karna cinta tak membutuhkannya. jika cinta adalah kebahagiaan, maka yang ada hanya tawa dan damai. aku kiamu adalah kita, dan kita adalah cinta :* D
cinta tak kan terjadi tanpa sebuah goresan. dan aku ingin kamu yang menggores, kamu yang menghapus, dan kamu yang memberi warna. aku akan berperan sebagai pensil, penghapus, dan pensil warna yang kamu butuhkan.
terkadang tetesan itu tak berarti. bukan karena banyak tetesan indah, bukan juga karena ada tetesan lain. tapi karena aku lebih mengenangmu. tetesan lama yang seharusnya semakin pekat. apa boleh aku mengatakannya? tentang apa arti tetesan itu? tentang bagaimana tetesan itu? karena sedikit saja tetesan itu membalut, akan terasa setengah mati aku mengenang dan meraba rasa itu. tapi apa mungkin aku akan mendapat seteguk dari apa yang aku simpan sendiri? semakin lama semakin jauh dan kurasa semakin hilang dan tak mungkin lagi tetesan itu muncul kembali.
yang kata nya setia kadang menghianati, yang kata nya perhatian kadang juga menelantarkan. lalu apa yang bisa di mengerti saat semua kata sudah tak mengandung makna yang pasti.
maaf karena dengan mudahnya kamu berlenggang, sehingga dengan mudah pula aku melupakan.

Senin, 20 Oktober 2014

berfikirlah bagaimana perasaan yang dari awal terus mengalah dengan segala sikapmu. suatu saat pasti lelah dan akan ikut berlenggang pergi.
terimakasih pagi berselimut rindu :*

Minggu, 19 Oktober 2014

lalu apa harus ku umbar kemesraan apabila tetap seperti ini akhirnya? bukan tentang siapa yang salah atau siapa yang benar. tapi siapa yang sanggup bertahan. mungkin sudah terlalu lelah bertahan, sehingga apa yang ku pertahankan melenggang pergi tanpa memandang seberapa jauh dia melangkah.
aku memang belum sanggup. tapi aku akan lebih tidak sanggup melihat orang itu menderita karena bukan aku yang dia mau. apa bisa ku curangi waktu? paling tidak untuk melihatnya tetap disini. walaupun bukan aku sosok indahnya lagi. tapi terimakasih saja untuk semua hal indah ini. karena apa yang aku pertahankan sudah terlepas dan tak mungkin aku cari kembali.

Kamis, 16 Oktober 2014

sekarang dan seterusnya mungkin akan sama saja. belum ada sesuatu yang membuka hati dan niatmu untuk berubah dan memperhalus setiap kata yang terucap. tapi terimakasih


Haruskah aku mencintanya bila hanya berikan duka sepertinya aku bahagia satu sisi aku menangis aku pernah sangat berharga semua mata memujaku sampai kau datang dalam hidupku segalanya berubah kau mengambil hatiku jadikannya kelabu kau menghancurkan semua impian yang tersimpan sejak dulu kau racuni cintaku hingga menjadi benci tak lelah aku setia tersiksa sendiri.

Jumat, 10 Oktober 2014

haii selamat pagi, selamat beraktifitas dan berkreasi :) sudahkah anda menabur benih senyum hari ini?
antara diam dan memaksakan apa apa yang sudah tidak dikehendaki lagi. keegoisan memuncak manakala tak ada sosok pencerah jiwa. lalu untuk apa? jika tidak lagi menghargai apa yang menjadi kehendak yang lain. bukan karena menginginkan semuanya berakhir, mungkin karena ingin sedikit dimengerti dan dipahami.

Kamis, 09 Oktober 2014

selamat pagi yang masih berlapis embun rindu menusuk hati :)
untuk apa lagi jika hanya membuat bekas luka? mungkin untuk nya itu biasa.lelaki diciptakan bukan untuk menyakiti, melainkan untuk memuliakan.

Selasa, 07 Oktober 2014

jangan biarkan lelah mengalahkanmu, jangan biarkan bosan menakluknmu. sedikit suntikan semangat bukan berarti tak mampu. ibarat wanita butuh perhatian bukan berarti manja memang karena menginginkan sosok itu.

Senin, 06 Oktober 2014

yaa tak pernah terbayang ada senja seredup hari ini. hanya karena sosok yang menghapus setitik senyum di bibir.

Minggu, 05 Oktober 2014

Kamis, 02 Oktober 2014

seperti genggaman tangan yang semakin erat manakala tak ada goresan luka. sedikit rintihan sepi saat merasa terpojok sendiri dalam ruang. merasa tak adil saat apa yang tak diinginkan terjadi. selalu merasa sendiri merasa tersakiti dan merasa terpojokan. kata lemah yang memang pantas untuk itu. tak ada yang tersakiti apabila semua dirasa biasa saja, tak ada rasa sendiri dalam keramaian apabila dapat menyesuaikan diri.

Rabu, 01 Oktober 2014

ragam gerak tari sulung dayung (tari jogja)


No
Ragam Gerak
Uraian Gerak
Hitungan
1.
Lampah dodok
Jalan jongkok, badan tegak, menghadap depan, tangan pegang sampur mengarah ke depan secara bergantian.

2.
Jalan kapang-kapang dan hoyok-hoyok
Tangan kiri pegang kain dan tangan kanan nyekithing dengan punggung tangan menghadap ke depan.

3.
Silo panggung
Duduk sila, kaki kanan di depan, kedua telapak tangan di atas lutut, tangan kanan di atas dan kiri dibawah. Merapikan sampur  satu persatu lalu dua sampur bersama dan merapikan kain

4.
Sembahan
Tangan sembahan
7-8
5.
Proses jengkeng
Tangan masih sembahan, hitungan ke 3 tangan nyekithing dan pada hitungan ke 4 tangan kiri menyentuh lantai sebelah kiri dan tangan kanan di atas lutut. Hitungan ke 6 pacak jonggo.
1-8
6.
Jengkeng
Proses jengkeng jeblosan, pada hitungan ke 4 harus sudah jadi.
1-4
7.
Samberan kiri
Hitungan ke 5 Gejug kaki kanan, tangan kanan pegang ujung sampur di tekuk tapi punggung tangan menghadap ke depan tangan kiri nyekithing dan pegang ujung sampur, hitungan ke 6 kaki jejer tangan kanan dorong ke depan tangan kiri ngeruji di samping telinga kanan, kaki srimpet.
5-8
8.
Srisig
Mendak, jalan kecil-kecil dan cepat
1-4
9.
Samber kanan
Hitungan ke 5 sampur di tangan kiri ke kebyakkan ke luar, gejug kaki kiri, tangan kiri pegang ujung sampur di tekuk tanpi punggung tangan menghadap ke depan, tangan kanan nyekhiting dan pegang ujung sampur, hitungan ke 6 kaki jejer  tangan kiri dorong ke depan tangan kanan nyekhiting di samping telinga kiri, kaki srimpet.
5-8
10.
Srisig
Seperti di atas
1-4
11.
Menuju kicat ridhong sampur
Hitungan ke 5 kebyok sampur  kiri, hitungan ke 6 maju kanan kebyak kedua sampur, seblak.
5-8
12.
Kicat ridhong sampur
Tangan kiri di tekuk dengan sampur di kaitkan pada siku kiri, jari-jari ngruji, tangan kanan menthang dan nyekithing sesuai trap cethik. Gantian bolak balik dengan tangan kanan. Terakhir ridhong sampur dengan 2 tangan.
3x8
13.
Nggrudho
Kebyok sampur kanan, kaki kanan srimpet, Ukel tangan kiri, seblak kanan tanpa di toleh.  Tangan kanan maju ambil sampur hitungan ke 3 jujut, hitungan 4 mendhak ke kiri, hitungan ke 5 jujut lagi, hitungan ke 6 mendhak ke tengah, hitungan ke 8 seblak kanan tanpa di toleh, seperti itu di lakukan 3 kali dan yang terakhir pada saat seblak sampur kanan di toleh.
4x8
14.
Mayuk jinjit
Hitungan 1-4 tangan kanan maju ke depan dan pada saat hitungan 4 seblak kanan. Hitungan ke 5-6 kebyak sampur kanan, hitungan 7-8 srimpet kanan sambil cul sampur mendhak lalu jinjit tangan kanan menthang, tangan kiri ngruji menghadap ke depan. Hitungan 1-4 pacak jonggo.
1-8 dan 1-4
15.
Pendapan maju
Gejug kaki kiri, tangan kiri ngruji mengarah ke bawah, tangan kanan nyempurit. Gentian gejug kaki kanan, tangan kanan ngruji mengarah ke atas, tangan kanan nyempurit tapi di balik. Begitu seterusnya.
6-8
16
Muryani busono ( ulap-ulap, tasikan, trap jamang)
1.       Ulap-ulap : tangan kiri ulap-ulap tangan kanan nyekithing di trap cethik, leyek kanan kiri.
2.       Tasikan : tangan kiri ngruji sama tumpang sampur, tangan kanan nyempurit.
3.       Trap jamang : tangan kiri ulap-ulap tangan kanan nyempurit di sekitar telinga.
2x8


2x8

2x8
17.
nglerek
Gejug kaki kiri tangan kiri ngruji tangan kanan nyekithing, dan di ukel. Srimpet kaki kanan.
5-8
18.
Dolanan sampur
Kedua tangan pegang sampur dan di kebyok ke dalam, lalu di seblak kan satu-satu sambil melangkh. Mulai kaki kanan seblak kanan, kaki kiri seblak kiri.
5-8+4
19.
Samberan kanan
Hitungan ke 5 sampur di tangan kiri ke kebyakkan ke luar, gejug kaki kiri, tangan kiri pegang ujung sampur di tekuk tanpi punggung tangan menghadap ke depan, tangan kanan nyekhiting dan pegang ujung sampur, hitungan ke 6 kaki jejer  tangan kiri dorong ke depan tangan kanan nyekhiting di samping telinga kiri, kaki srimpet
5-8
20.
Dolanan asto
Kedua tangan di tekuk kedepan tangan kiri ngruji tangan  kanan nyempurit, kedua telapak tangan menghadap ke depan , maju 3 kali. Dilakukan 3 kali
3x 1-8
21.
nglerek
Gejug kaki kiri tangan kiri ngruji tangan kanan nyekithing, dan di ukel. Srimpet kaki kanan.
5-8
22.
Mandhe udhet
Tangan kanan ambil sampur dan di letakkan di tangan kiri. Tangan kiri di atas sama ngolong sampur. Dan melangkah ke samping kanan pada hitungan ke 4 tangan kiri di turunkan, kepala delek.
3x8+4
23.
Nyamber  kanan
Hitungan ke 5 sampur di tangan kiri ke kebyakkan ke luar, gejug kaki kiri, tangan kiri pegang ujung sampur di tekuk tanpi punggung tangan menghadap ke depan, tangan kanan nyekhiting dan pegang ujung sampur, hitungan ke 6 kaki jejer  tangan kiri dorong ke depan tangan kanan nyekhiting di samping telinga kiri, kaki srimpet
5-8
24.
Thinting
Kenser ke arah kanan, kedua tangan menthang dan di arahkan ke atas dengan jari2 nyekithing. Tangan kanan di bawah di samping telinga, tangan kiri di atas, di lakukan sebanyak 3 kali bergantian. Lalu srimpet kiri, kedua tangan ninthing sampur dan di seblak. Lalu seblak sampur kanan, badan mendak, tangan kiri di tekuk lalu tangan kiri di seblak, badan berdiri, tangan kanan di tekuk, badan mendak.
5-8
25.
Ngilo sampur
Kaki kiri di depan kaki kiri, kedua tangan memegang sampur yang di taruh di depan muka.
1-7
26.
Embat-embat asto
Hitungan 8 kaki jejer , tangan kanan ditekuk didepan pusar, jari-jari ngruji, telapak tangan kearah atas, lalu diembat-embat ke samping kanan dan kiri, kepala mengikuti arah badan

2x1-8+4
27.
Pendapan maju
Gejug kaki kiri, tangan kiri ngruji mengarah ke bawah, tangan kanan nyempurit. Gentian gejug kaki kanan, tangan kanan ngruji mengarah ke atas, tangan kanan nyempurit tapi di balik. Begitu seterusnya.
5-8+4
28.
Nyamber kanan
Hitungan ke 5 sampur di tangan kiri ke kebyakkan ke luar, gejug kaki kiri, tangan kiri pegang ujung sampur di tekuk tanpi punggung tangan menghadap ke depan, tangan kanan nyekhiting dan pegang ujung sampur, hitungan ke 6 kaki jejer  tangan kiri dorong ke depan tangan kanan nyekhiting di samping telinga kiri, kaki srimpet.
5-8+4
29.
Nyamber kiri
Hitungan ke 5 Gejug kaki kanan, tangan kanan pegang ujung sampur di tekuk tapi punggung tangan menghadap ke depan tangan kiri nyekithing dan pegang ujung sampur, hitungan ke 6 kaki jejer tangan kanan dorong ke depan tangan kiri ngeruji di samping telinga kanan, kaki srimpet.
5-8+4
30.
Proses jengkeng
Cul sampur kiri maju kaki kiri, nglerek, srimpet, jengkeng jeblosan
5-8
31.
Silo panggung
Duduk sila, kaki kanan di depan, kedua telapak tangan di atas lutut, tangan kanan di atas dan kiri dibawah. Merapikan sampur  satu persatu lalu dua sampur bersama dan merapikan kain

32.
Sembahan
Hitungan ke 8 sembahan

33.
Jalan kapang-kapang
Tangan kiri pegang kain dan tangan kanan nyekithing dengan punggung tangan menghadap ke depan.